Kerlip lampu stasiun menyambut pagi
Langkah kaki terdengar pelan di kerikil
Kau menoleh sekali, wajahmu samar
Di teras, rak sepatu berderet rapi
Menunggu kosong, seperti ruang hati
Di antara kita, ada jarak yang memudar
Namun tetap tak bisa terhapuskan
Kereta datang, suara nyaring membelah udara
Koper kecil kau genggam erat, berat
Seakan tahu, perjalanan ini bukan akhir
Kau menatapku, dalam diam yang berisik
Ada pesan yang tertinggal di balik mata
Rasa getir menyusup, namun aku pasrah
Melihat punggungmu perlahan menjauh
Fajar mulai menyingsing, langit berwarna lembayung
Rak sepatu masih setia menunggu di teras
Seperti kita, yang tak pernah benar-benar pergi
Ada yang harus dilepaskan, meski berat
Kehilangan ini, bukan akhir dari segalanya
Tidak semua harus dimenangkan dalam cerita
Kadang, melepaskan adalah bentuk kemenangan

Leave a Reply