Serpihan Kaca di Teras

Di lantai berserakan serpihan kaca,
cahaya pagi memantul tanpa malu.
Sapu di tangan, hati berdebar,
mengumpulkan sisa-sisa yang tersisa.
Rak sepatu di teras menyaksikan,
tanpa suara, tanpa tanya.

Langkah kaki menghindari tajamnya,
seperti menghindar dari luka lama.
Tak ada yang harus indah,
hanya kebenaran yang ingin diucap.
Cermin di sudut, menatap balik,
menggenggam keberanian yang rapuh.

Sekeping kaca terinjak, berderak,
menghadirkan rasa sakit yang akrab.
Tak perlu menutup cerita,
biarkan terbuka, biarkan bernapas.
Rak sepatu tetap diam,
menyimpan jejak langkah kita.

Bercermin pada serpihan kaca,
melihat diri tanpa topeng.
Berani meski tak lantang,
menghadapi kenyataan yang ada.
Perasaan tak harus tuntas,
cukup tahu, cukup merasa.

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *