Tikar di Ruang Tamu

kursi-kursi kembali sunyi,
seperti tikar yang digelar,
dengan cerita yang tertinggal di sela anyaman.
suara tamu perlahan menguap,
menyisakan hanya detak jam dinding,
dan napas malam yang panjang.
aku menatap lantai, mencari jejak yang tertinggal.

tikar tersusun rapi,
seperti mengingatkan tentang hari yang berlalu.
setiap sudut menyimpan sisa tawa,
yang kini berbisik dalam sunyi.
aku mengamati,
setiap kerutan di tikar,
menyimpan rahasia yang tak terucap.

kursi-kursi kembali pada tempatnya,
tapi ada sesuatu yang hilang,
seperti cinta yang tak pernah cukup.
aku menyadari,
bahwa kehangatan tak selalu datang dari hati,
tapi dari detik yang berlalu,
meninggalkan kita dalam damai.

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *