Langkah-langkah bergema di tangga
sendal jepit terseret pelan
menyisakan debu di lantai.
Pintu terbuka sedikit, udara
menyelinap masuk, membawa sisa
percakapan yang terputus.
Di balik jendela, mata mengintip
mengikuti bayang tubuh yang menjauh
tanpa suara, tanpa salam.
Di ujung lorong, cahaya kecil
menyala di antara retakan
mengundang pulang dalam lelah.

Leave a Reply