Saat lonceng listrik berhenti berdentang,
ruang tamu menjadi panggung bisu,
meja kayu …
Dinding retak mengisahkan rindu
Bau debu, samar mengintip harap
Kegelapan berbisik lirih
…
Roda berderit di gang sepi,
jejak debu mengisi setiap sudut,
nafas yang …
Pagi merayap dalam kesunyian,
pintu terkunci dengan pelan.
Kain sarung terkulai di …
Menyapu sisa pesta yang telah berlalu,
gemerisik daun kering di bawah sapu,
…
Gerimis menari di atap seng
mata mengintip dari balik kaca
mendengar bisik-bisik …
Menyisir rambut di cermin kabur,
pagi berbisik lewat jendela terbuka.
Catatan lama …
The bus hums through the night,
a forgotten wallet whispers
between the …
The headlines whisper secrets I can't grasp,
ink smudged on fingertips,
stories …
We walked the streets, searching for a name
that seemed to dance …
The screen dims, a quiet sigh escapes,
fingers linger on the keys,
…
Di pagi terlalu sepi, suara
terdengar dari balik pintu,
mengunci cerita semalam
…
Di jalan yang ramai, kita berhenti sejenak
Di depan warung kopi pinggir …
Di lantai berserakan serpihan kaca,
cahaya pagi memantul tanpa malu.
Sapu di …
Asap menggulung di sela-sela dinding
Bau daging hangus menempel di langit
Kertas …
In the corridor, silence stretches thin,
as the clock ticks its quiet …
Di depan pintu logam ini, aku menunggu,
detik berderak seperti suara
kabel …
Malam merayap masuk tanpa suara,
seperti pesanmu yang kubaca ulang,
huruf-huruf kecil …
Di sudut ruang, suara menari,
Gurauan tentang janji, berulang,
Kata-kata manis, bumbu …
suara alarm menggema, seperti ingatan
terpotong di pagi buta
aku mendengarnya, bisikan …
Dalam gelap, ponsel menyala redup
menyusuri wajahmu di antara layar
sekejap kilas …
