Gerimis di Atap Seng

Gerimis menari di atap seng
mata mengintip dari balik kaca
mendengar bisik-bisik halus
seolah waktu terhenti sejenak
menyimpan rahasia dalam tetes

Langit muram menggelayut rendah
mengusap sisa-sisa kenangan
di sela-sela suara gemuruh
sebuah cerita usang terbangun
mencari tempat bersembunyi

Rintik menghujam tanah basah
membawa aroma nostalgia
yang tak pernah hilang sepenuhnya
berdiri di sini, menyaksikan
gerimis membawa suara-suara

Di bawah naungan langit kelabu
dengan senyum tipis tersungging
menertawakan luka-luka lama
yang tak kunjung sembuh
namun tetap setia menemani

, , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *