Aku ingin membagi malam dalam dua sisi seperti halnya bintang berkelip membagi gelap dan bertanya.
Satu sisi lain penuh dengan cahaya fajar
Satu sisi lainnya tanpa sinar dan bisikan sunyi menanti di atas kanvas langit.
Aku membagiku dalam dua jiwa
Aku membaginya di tengah antara cahaya fajar dan dirimu.
Membaginya dengan jendela hati dan ribuan suara muda.
Kau tunjukkan jiwa puisi pada fajar untuk indah dinikmati
Dan jatuh tepat pada sisi malam yang lain.
Pagi ini akan terasa sepi, terjerat antara hiruk pikuk hari-hari di tahun.
Gugur, ia gugur seperti kelopak yang selama ini menjadi selimut ranting jatuh di atas tanah.
Akan kuberitahu pada semua ranting untuk bertahan di antara guguran
Dan lautan ketidaktahuan, menepi antara akar dan jati diri.
Suaraku di Angkasa
Setiap detik namamu terucap, Di antara 7 bintang yang berkelip,…

Leave a Reply