Malam ini kutulis nada yang paling sendu dalam syairku:
“Oh.. Kerinduan yang bergetar di angin.
Ketidakhadiranmu merobek sepi.
Bersamamu terasa terlalu singkat.
Saat lupa menanti seribu tahun.
Melepaskanmu adalah bab terkelam dalam balada musim semi;
Hujan masih turun sepanjang malam seperti hari-hari lalu;
Namun kehadirannya takkan sama lagi.
Pada akhirnya, akulah yang merintih.”
Halaman dan Jemuran
Di bawah jemuran, kau berlarimeninggalkan jejak kaki di tanah basahtak…

Leave a Reply