Kaleng Biskuit di Sudut Ruang

Langkah berhenti di depan pintu, tenang
seperti bayangan pohon di sore hari
angin pelan menyapu debu di lantai
menggugah ingatan tentang kaleng biskuit
tempat benang dan jarum mengendap
suara langkah berbisik pelan, nyaris
tak terdengar di antara detak yang biasa

Di meja, secangkir teh mulai mendingin
menunggu tangan yang lupa menyentuh
sebuah buku terbuka, halaman terlipat
menyimpan cerita yang belum selesai
seperti hidup yang terus berlanjut
di bawah permukaan yang tampak tenang
riak kecil mengalir tanpa henti

Langit sore mengintip dari jendela
menyapa dengan warna yang tak asing
di luar, suara burung kembali pulang
sementara di dalam, detik berlalu
mengisi ruang dengan kesunyian
yang tak pernah benar-benar hampa
menyimpan harapan dalam ketidakpastian

Di sudut, kaleng biskuit tetap diam
menyimpan kenangan yang tak terucap
dalam diamnya, ada kehangatan
yang tak perlu dijelaskan atau dimengerti
seperti langkah yang berhenti di depan pintu
menawarkan ketenangan yang tak terduga
dalam setiap ketidakpastian yang ada

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *