Merindukanmu adalah cahaya
tersembunyi di balik awan kelabu.
Yang menyisakan bayang-bayang
kekosongan yang menggerogoti jiwa.
Namun, di dalam hening yang menyesakkan,
tersimpan harapan yang tak kunjung padam,
seperti embun pagi yang menanti
untuk menyentuh dedaunan yang layu.
Di Ujung Senja
Senyap sore menanti mentari yang redup … Kini semakin tenggelam…

Leave a Reply