Di kamar ini, suara tawa merambat,
dari dinding tipis yang menjadi saksi,
seperti kaleng biskuit bekas di sudut,
menyimpan jarum dan benang kusut,
kisah yang belum selesai.
Keheningan mengisi ruang kosong,
menggema dalam sisa percakapan,
di mana tawa menjadi gema asing,
dan kaleng biskuit bekas berbisik,
tentang apa yang tertinggal.
Menjahit kembali kenangan,
dengan jarum waktu yang lamban,
benang kusut tak harus terurai,
seperti tawa yang tak harus pudar,
perasaan tak harus tuntas.

Leave a Reply