puisi tentang kesunyian yang menenangkan
-
Midnight Fridge Light
In the cool glow of midnight's breath,
I find the fridge's light a gentle pause
Reflecting on the day’s quiet echoes,
While shadows of the past linger softly
Across the yard, where clothesline sways,
Memories hang like forgotten garments,
In the stillness, I hear my own heartThe chill of night whispers old stories,
Each …
-
Suara Petak Umpet di Halaman
Menyapu sisa pesta yang telah berlalu,
gemerisik daun kering di bawah sapu,
suara anak-anak bermain petak umpet,
terdengar dari kejauhan, samar.
Langit merentang luas, tanpa awan.
Menggugah ingatan yang tak ingin bicara.Langkah kaki kecil berlari, bersembunyi,
tawa mereka membelah sepi sore.
Aku mendengar suara sendiri,
berbisik pelan, takut menggema.
Sapu bergerak, menghapus jejak,
dari …
-
Hujan di Jendela Bus
Duduk di kursi belakang, mata menatap,
Jendela berkabut, tetesan hujan berpacu,
Suara kipas angin berdecit, nyaring,
Nyaring di telinga, membawa kenangan,
Kenangan yang entah dari mana datang,
Datang bersama dingin yang merayap.Melihat tetes air, menari di kaca,
Kaca penuh embun, samar memantul,
Memantul bayang jalan yang berlalu,
Berlalu di balik tirai hujan,
Hujan yang …
-
Kopi Dingin di Kursi Plastik
Di kursi plastik, sarung tergantung malas,
Kopi dingin tersisa sebelum subuh,
Menyeruput pahit yang tak lagi hangat.Langit kelam, angin berbisik pelan,
Mata menatap jauh, mencari jawaban,
Tapi ragu menyelinap, mengisi ruang.Pagi tak selalu datang dengan kemenangan,
Kadang hanya sepi yang menunggu,
Mengajarkan tak semua harus dimenangkan.
-
Empty Balcony at Dusk
The wind stirs softly, whispers
across the empty terrace, brushing
past the shoes lined like soldiers.I speak to the wall's silhouette,
words almost misspelled in thought,
as if they too have given up.Breathing matches the pulse,
each exhale a quiet resignation,
finding grace in silent surrender.Yet, as I pause, the world moves,
…
-
The Jacket on the Chair
In the corner of a roadside café,
A jacket lies draped over a chair.
Its owner, long gone, left it behind…
A silent witness to stories untold.I sip my coffee, alone yet aware,
Listening to the whispers of the wind.
The absence speaks louder, yet…
In the quiet, I find my peace.
-
Cahaya Ponsel dan Hujan Bocor
Dalam gelap, ponsel menyala redup
menyusuri wajahmu di antara layar
sekejap kilas kenangan hadir
lalu menghilang, seperti embun pagi.Tetesan air dari genteng bocor
jatuh berirama ke dalam ember
seperti waktu yang berlalu
tanpa kata, tanpa suara.Aku bicara pada hampa ini
seolah kau mendengar dari jauh
mengisi ruang dengan diam
yang tak ingin terisi.…
-
Langkah di Tangga Kos
Di balik jendela, suara langkah mereda,
menyusuri tangga kayu yang berderit pelan.
Hujan di luar menari di atas genting,
seperti irama yang menenangkan hati.
Di halaman, jemuran bergoyang pelan,
mengingatkan pada hari-hari yang berlalu,
tanpa jejak yang tertinggal.Kau pergi, katamu hanya sementara,
tapi langkah itu terasa jauh.
Di dapur, teko masih menyimpan bekas,
kopi …
-
Suara dari Televisi
Di sudut ruangan, televisi menyala
mengisi celah sunyi dengan suara orang
yang tak kukenal, tapi akrab di telinga.
Asbak penuh abu rokok, saksi bisu
dari malam-malam panjang, meresapi
kehilangan yang tersenyum samar.Kursi tua menampung tubuh lelah,
mengamati dunia lewat layar kecil.
Seolah hidup ini hanya tontonan
yang tak pernah benar-benar kuikuti.
Suara-suara itu mengalun …
-
Alarm dan Suara Adzan
Alarm berbunyi, mengusik pagi yang dingin,
jari menekan tombol, lalu diam.
Di luar, suara adzan magrib,
menyusup lewat jendela terbuka,
mengajak jiwa mengingat waktu.Setiap detik berlalu, membawa kenangan,
seperti embun yang menguap perlahan,
meninggalkan jejak samar di kaca,
namun tak pernah benar-benar hilang.
Ada rasa yang tertinggal di sudut hati.Mata terpejam, terbayang hari-hari …
-
Papan Nama Pudar
Dari kamar sebelah, tawa
menggema, pecah di dinding tipis
seperti riak di atas air
yang menolak diam.Papan nama toko pudar
bergetar saat angin menyapa
seperti suara keras
dan bisik yang tak bertemu.Di sela semua bunyi ini
ada ruang kecil untuk menerima
diri yang tak selalu utuh
mengampuni tanpa harus dimengerti.
-
Newspaper on the Coffee Table
The clock stopped at twelve,
its silence echoing in the room
where the newspaper lies open
on the coffee table, untouched.I speak to the wall
as if it could answer back
with news of the world
that never arrives, only lingers.Hope is a whisper
heard between the lines,
knowing it won't come
yet …
-
Cold Coffee Before Dawn
Whispering to the wall,
the cold coffee stirs memories,
as night holds its breath.Gentle drips from the roof,
an echo in the dark room,
filling the bucket's silence.We converse in shadows,
searching for warmth in corners,
realizing love is not the answer.
-
Sendal Jepit di Dekat Pintu
Di bus malam yang melaju, aku duduk tenang.
Lalu menyadari dompet tertinggal, tertinggal di kursi.
Suara mesin berderu, mengulang kisah yang sama.
Sendal jepit di dekat pintu, menanti langkah pulang.
Di luar jendela, bintang-bintang berkelip samar.
Ada jeda… dalam pikiran yang beriak.
Mengingat janji yang pernah terucap.Sendal jepit itu, setia menanti.
Aku mengulang, mengulang …
-
Jam Dinding di Ruang Tunggu
Di ruang tunggu ini, waktu terhenti
jam dinding tak bergerak, berhenti
pada angka dua belas, tak bergeming.
Suara sepatu beradu lantai, berbisik
mengisi sunyi yang melingkar di udara.
Ada yang menanti, ada yang bertanya
tanpa suara, hanya tatap mata.Kursi-kursi berderet, dingin dan kaku,
dingin dan kaku, menampung resah
dari mereka yang datang dan pergi.
…
-
Genteng Bocor di Malam Hujan
Angin membawa kisah tanah basah,
menyusup di celah jendela kayu.
Menutup rapat, tak ada lagi suara,
hanya tetesan dari genteng bocor.Ember menampung cerita langit,
tak ada lagi yang harus dikatakan.
Diam memeluk malam, menanti,
membiarkan waktu berbicara.
-
Jaket di Kursi Plastik
Aku melihat jaket itu, tergantung diam
di kursi plastik dengan kain sarung,
seolah menanti pemiliknya pulang,
menyimpan kehangatan yang tak berujar.Aku menyentuhnya, merasakan dingin
yang menembus kenangan, mengingat
satu per satu hari yang berlalu,
dalam sunyi yang tak memanggil.Aku menyimpan harapan, meski tahu
tak ada langkah yang kembali,
tak ada suara yang menjemput,
…
-
Balon di Langit Tersangkut Kabel
Di tengah jalan, angin mengusik genggaman, balon melayang
warnanya cerah, bagai harapan yang terlepas dari tangan
terbang menari melewati kabel listrik melintang,
mengalir ke langit, tak peduli pada cerita yang tertinggal,
seperti kenangan yang tak ingin diingat,
namun terus membayang dalam diam yang tak terucap,
sampai akhirnya hilang di cakrawala.Badai datang, suara gemuruh menyertai …
-
Bayangan Motor di Jendela
Di halte, kita duduk berdua, diam
diam menunggu bus yang tak kunjung datang
datang dan pergi, motor lewat cepat
cepat berlalu, meninggalkan jejak samarSahabat, kau tak banyak bicara
bicara dalam sunyi, menatap jauh
jauh ke arah jalan yang sepi
sepi seperti hatimu yang tertutupKita menunggu, waktu terasa lambat
lambat mengalir, seperti rindu yang
…
-
Foggy Car Windows
Foggy glass. Smudged prints.
Traffic. Stuck. Unmoving.
Eyes glance at faded signs.
Breath held. Tension mounts.
Worries, hidden, beneath calm.Repeat. Repeat. Thoughts circle.
Hands wipe, clear, again.
Outside, distant, unreachable.
Signs tell stories, forgotten.
Silence, a friend, in chaos.Hope waits, quietly, inside.
Let go, let go, softly.
Shadows fade, unseen, gone.
Acceptance, without …
-
Tawa di Balik Dinding
Di kamar sebelah, tawa menggema
menggema hingga atap seng
saat hujan menari di atasnyaAku menatap dinding, merasa
merasa sedang dilihat balik
oleh suara yang tak kulihatAda yang hilang dalam hening,
hening yang tak beralasan,
menerima tanpa tanya
