Saat embun pagi menari
Ku tatap ombak yang berkilau di laut
Ombak yang berkilau menggoda
Hati dan jiwaku
Namun tidak dengan harapan
Dan impian yang terombang-ambing
Kulihat pasir yang terhampar
Seolah pasir itu memanggilku
Ku sentuh pasir itu
Dan ku rasakan butir-butirnya
Seketika aku berpikir
Pasir itu halus dan lembut
Tetapi mengapa hidupku tak sehalus itu
Mengapa Tuhan, kau buat jalanku seperti
Burung yang terkurung
Mengapa Tuhan . . . . . . .
Kau buat hariku penuh dengan keraguan
Di setiap sudut keraguanku
Kau hanya terdiam memandangku
Dan di saat aku tertawa
Kau pun tetap terdiam menantiku
Apa dosaku sehingga kau bisa
Membiarkanku seperti ini
Di saat kau melihatku
Aku hanya menyimpan rasa
Sakit di hatiku yang tak
Mampu aku ungkapkan padamu
Sungguh aku terluka olehmu
Halaman dan Jemuran
Di bawah jemuran, kau berlarimeninggalkan jejak kaki di tanah basahtak…

Leave a Reply