Duduk di kursi belakang, mata menatap,
Jendela berkabut, tetesan hujan berpacu,
Suara kipas angin berdecit, nyaring,
Nyaring di telinga, membawa kenangan,
Kenangan yang entah dari mana datang,
Datang bersama dingin yang merayap.
Melihat tetes air, menari di kaca,
Kaca penuh embun, samar memantul,
Memantul bayang jalan yang berlalu,
Berlalu di balik tirai hujan,
Hujan yang bicara dalam sunyi,
Sunyi yang ternyata menenangkan.

Leave a Reply