Di ruang dingin, waktu terasa lambat,
catatan lama tergeletak di pangkuan.
Suara anak-anak bermain petak umpet,
menggoda ingatan yang tak ingin pulang.
Menyesal datang tanpa air mata,
hanya sisa detak di dada yang mengeras.
Kata-kata yang dulu terucap,
berbisik getir di telinga sendiri.
Mengumpulkan sisa harapan di sela ragu,
seperti menunggu hasil pemeriksaan.
Ada tawa kecil di akhir catatan,
menertawakan luka yang tak sembuh.

Leave a Reply