Di antara derit kipas yang setia,
kubaca lagi pesan terakhir itu,
hangat, tapi menyisakan tanya.
Satu baris kosong, seolah lupa,
seiring malam menutup mata,
tertawa lirih, luka tak pernah reda.
Di antara derit kipas yang setia,
kubaca lagi pesan terakhir itu,
hangat, tapi menyisakan tanya.
Satu baris kosong, seolah lupa,
seiring malam menutup mata,
tertawa lirih, luka tak pernah reda.
Leave a Reply