Uap kaca menari di permukaan,
jari-jari menyeka dengan harap,
lampu jalan berkedip pelan,
menyusuri jejak kenangan,
macet panjang tanpa akhir,
menggantung di udara malam.
Ritme mesin seolah berbisik,
lentera malam menutup mata,
menertawakan luka yang tak sembuh,
seperti jalan yang tak berujung,
dalam kebisuan yang ramai,
mengalir tanpa arah, namun tetap di sini.

Leave a Reply