Puisi sedih menjabarkan kondisi yang sering terjadi: kehilangan, kegagalan, penyesuaian, dan cara meminta bantuan. Penulisan diarahkan agar pembaca memperoleh gambaran situasi yang jelas.
Arsip ini berguna untuk menemukan puisi sedih sebagai sarana refleksi dan referensi pendampingan emosional.
Tuhan..
Sakit ini merobek jiwa
Karena ku runtuhkan harapan ayah
Menjadi serpihan …
Aku embun
Yang akan terus menyentuh dedaunanMu
Harapku agar kau hangatkan ketidakpastianMu …
kutemukan jejakmu dalam angin
tanpa suara atau tanda
membuat sepi menyentuh jiwa
…
Tinggalkanlah jejakmu
Di antara dedaunan yang gugur
Aku takut
Semakin kau mendekat
…
Aku ingin merangkulmu,
Menyentuh setiap detak jiwamu,
Namun badai tak terduga,
Menghantam …
Angin berbisik, ke mana langkahmu melangkah?,
Tak seperti biasanya, suara hati ini …
sore menjelang malam
sepi menyelimuti langkahku
keraguan datang menghampiri
apa yang terpendam …
Seperti pelabuhan yang sepi,
Seperti embun pagi yang tak tertangkap,
Dan pasir …
Di atas tikar ruang tamu, aku duduk
menyaksikan sisa makan malam
terbungkus …
Ku terbang di langit yang berapi..
Saat ku hadapi badai tak bertepi..
…
Sepi di dapur, kursi kayu berderit
Kopi dingin menunggu di meja
Suara …
Jangan tanya mengapa kami terdiam..
Kami pun tak ingin terasing..
Jangan mencemooh …
Seperti angin kencang yang menerpa jiwa
tak pernah bisa terhentikan lagi
mengguncang …
Untukmu, Bintangku,
Cahaya yang bersinar.
Semalam
Aku menatapmu
Hari ini
Aku masih …
Kepada kamu yang tertawa,
kepada kamu yang tertawa,
di balik dinding tipis …
Kakinya adalah gelombang yang menghantam
Telinganya adalah deru angin yang menyesakkan
Yang …
Di teras/ rak sepatu memandang
Kopi dingin/ berdiam dalam cangkir
Aroma menguap/ …
Sepatu berjejer rapi di teras
menanti langkah yang tak kunjung tiba
dalam …
Di tengah malam, layar ponsel bersinar
Mengusir gelap yang menyelimutiku
Suara anak-anak …
alam yang tak pernah mendengar
apa aku yang tak pernah bersuara
segala …
Di halte, kita berdiri, diam,
menunggu bus yang tak kunjung datang.
Lampu …
