Puisi sedih menjabarkan kondisi yang sering terjadi: kehilangan, kegagalan, penyesuaian, dan cara meminta bantuan. Penulisan diarahkan agar pembaca memperoleh gambaran situasi yang jelas.
Arsip ini berguna untuk menemukan puisi sedih sebagai sarana refleksi dan referensi pendampingan emosional.
Angin berputar, rambut basah mengering
Di atas tikar ruang tamu, aku duduk
…
Kau dengar detak itu, kan?
Kau dengar tiap detik menusuk?
Di ruang …
Aku ingin terdiam sejenak,
Bukan karena aku lemah,
Bukan karena aku tak …
Di tengah keramaian..Jiwaku merindukan pelukan hangat.
Selalu berharap ada yang mengerti,
Di …
Kursi kosong di dermaga, bergetar
Di antara teriakan angin, garam laut menyengat
…
Langka sepeda ontel, rima sumbang
Di titian retak, langkah tersendat
Cermin menatap …
Di kursi belakang, terdengar tawa kecil,
anak-anak bermain petak umpet,
suara mereka …
Di depan kipas angin berputar pelan
Rambut basah menyibak cerita lama
Menyisir …
Kemana langkah ini harus melangkah
Saat harapan tak kunjung menyapa
Kemana rasa …
Dari manakah jejak ini bersembunyi,
Saat angin berbisik lembut,
Hanya tak kusadari,
…
Di kursi belakang bus malam yang sepi,
dompet tertinggal, tak sengaja terlupa.
…
Jam dinding berhenti di angka dua belas,
undangan tak terkirim terlipat rapi,
…
Denting langkah berhenti di depan pintu,
aku mendengar suara yang tak asing,
…
Di sudut kamar, baju seragam tergantung
Seperti menunggu bisikan dari perjalanan
Kau …
Tumpukan bayangan, kayu retak,
lewat jendela kaca yang samar,
kepingan senja diam …
Aku embun
Yang akan terus menyentuh dedaunanMu
Harapku agar kau hangatkan ketidakpastianMu …
Tinggalkanlah jejakmu
Di antara dedaunan yang gugur
Aku takut
Semakin kau mendekat
…
Aku ingin merangkulmu,
Menyentuh setiap detak jiwamu,
Namun badai tak terduga,
Menghantam …
Angin berbisik, ke mana langkahmu melangkah?,
Tak seperti biasanya, suara hati ini …
sore menjelang malam
sepi menyelimuti langkahku
keraguan datang menghampiri
apa yang terpendam …
Seperti pelabuhan yang sepi,
Seperti embun pagi yang tak tertangkap,
Dan pasir …
