Kisah di Ujung Senja

Cukup aku menyimpan rasa dalam sunyi,
Lalu menutup semua harapan yang terukir,
Lantas sebaris tanya menghantui pikirku,
Pernahkah namaku terucap di hatimu saat kau jauh dariku?

Kau lihat langit yang kelabu itu,
Manakah yang lebih sabar,
‘Senja yang Terluka’ karya Sang Penyair,
Ataukah Senja Rinduku yang membasahi bait-bait saat mengenangmu,

Selalu ada alasan,
Mengapa aku ingin tetap menjadi bagian dalam hening do’amu,
Selalu itu tentang sebuah pinta akan kasih dan kerinduan yang takkan pudar,
Jalan ini sepi,
Setelah festival pergi,
Tawa tangis kisah cinta ada di sana,
Meriah tersisa hanya jejak-jejak luka.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *