gelas retak di meja minyak

suara pecahan berdengung, bergetar di telinga
cahaya lampu minyak bergetar, membentuk bayangan
minuman pahit di dalam gelas, tak lagi terjamah
sidik jari menempel di kaca, luntur tak berbekas
aroma kopi dingin, tersisa di sudut malam
retakan itu, seperti kenangan yang tak terjaga

di luar, hujan menggerus peluh dari dinding
lampu hati yang padam, berkelip keluh kesah
sepotong harapan terjatuh, di antara serpihan
bahkan senyummu, kini terasa asing di sini
gelas tak utuh, tapi tetap isi bisa melimpah
entah kapan kita kembali, pada puing yang sama

, , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *