Puisi patah hati mengulas perpisahan secara konkret: perubahan komunikasi, jarak, kebiasaan baru, dan proses pemulihan. Bahasanya informatif agar pembaca memahami tahapan yang umum dialami.
Arsip ini membantu memilih puisi patah hati untuk kebutuhan refleksi, konseling, atau karya tulis bertema relasi.
Asap rokok mengambang di udara
Kaki-kaki berdesir di trotoar keras
Lampu neon …
suara pecahan berdengung, bergetar di telinga
cahaya lampu minyak bergetar, membentuk bayangan
…
Butir embun menetes di dedaunan..
Diam-diam menyimpan rasa yang dalam..
Menyentuh hati …
Kau adalah jejak yang terukir di pasir
Sedang aku hanyalah bayang yang …
langit senja beranjak
warna jingga memudar perlahan
aku mulai mengerti
ada yang …
Hujan menari di atap
Seperti detak jantung yang bergetar
Rasa ini hancur …
di sinilah suaraku,
Menggenggam harapan,
Karena bagiku waktu adalah penantian,
Menunggu adalah …
Langit senja merona, angin berbisik lembut
Jejak di pasir mengingatkan pada senyummu,
…
Gemuruh kini terdiam
di antara malam kelam
tak ada lagi pulau
yang …
Malam merayap masuk tanpa suara,
seperti pesanmu yang kubaca ulang,
huruf-huruf kecil …
Di sudut meja, undangan terlipat rapi
menyimpan harap yang tak pernah berangkat
…
Di sudut kamar, jaket itu tergantung,
saksi bisu perbincangan malam.
Jam dinding …
Dari kamar sebelah, tawa
menggema, pecah di dinding tipis
seperti riak di …
Antara embun pagi dan hujan malam
kita selalu bertanya apa makna rasa
…
Di tengah hutan sunyi malam ini,
apa angin juga merindukan langkah kita?
…
Aku melihat jaket itu, tergantung diam
di kursi plastik dengan kain sarung,
…
Apakah kau pernah merasakan,
Hangatnya cahaya saat malam menanti,
Saat hanya bisa …
Di depan kipas, rambut mengering sendiri,
mengulang, mengulang suara hati yang pelan,
…
Cukup aku menyimpan rasa dalam sunyi,
Lalu menutup semua harapan yang terukir,
…
Aku tak lagi tahu cara menulis rasa
pada selembar kertas
yang kau …
Baru saja ingin kutawarkan secangkir kenangan yang hangat,
ternyata pagi lebih dahulu …
