Kursi dan Jemuran di Halaman

kursi-kursi kusut, letaknya berserakan
sisa percakapan yang tak pernah terucap
di halaman, jemuran bergoyang pelan
angin membawa sisa tawa yang samar
di antara tali jemuran yang mengendur
ada ruang kosong yang tak terisi
seperti dialog yang hilang di udara

tamu-tamu pergi, meninggalkan jejak
di tanah, di rumput yang terinjak
kata-kata yang tak sempat terucap
kembali terngiang di kepala
seperti angin yang terus berhembus
membawa cerita yang tak pernah selesai
menyisakan rasa yang menggantung

jemuran bergoyang, menari sendiri
mengisi kekosongan yang tertinggal
seperti hati yang mencari makna
di balik percakapan yang tertunda
kursi-kursi kembali ditata
seolah merapikan kenangan
yang terabaikan di sudut pikiran

di halaman ini, aku berdiri
menatap jemuran yang terus bergoyang
mencari jawaban di antara helai kain
tapi cinta tak selalu menyelesaikan
ada hal lain yang harus dipahami
seperti kursi yang tetap berdiri
meski percakapan tak pernah terjadi

, , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *