Alarm dan Kaleng Biskuit

alarm berdering, memecah waktu pagi
jemari meraba, mematikannya pelan
kamar terasa berat, menahan hari
seperti kaleng biskuit bekas, penuh kenangan
di sudut meja, menyimpan jarum dan benang
mengumpulkan sisa hari yang berlalu

suara burung di luar, nyanyiannya pilu
tapi di dalam, hening menguasai
tirai jendela masih menutup erat
seperti menolak cahaya yang datang
seperti menolak hari yang baru
dalam ruang ini, waktu seakan beku

detik berderap, tapi tak terasa
seolah menunggu, dalam diam yang panjang
mata terpejam, melawan pagi
mengerti bahwa sunyi pun bisa menenangkan
seperti kaleng biskuit yang setia
menyimpan rahasia di dalamnya

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *