Cinta yang Terluka

Cinta,
sebutan yang kau berikan
mengguncang jiwaku, penuh luka dan rasa sakit
Saat kau ulangi kata itu,
aku merasa seperti terjebak dalam badai
Kilat dan petir berkilau lebih terang
Sejenak, aku terdiam dalam kesunyian,
teringat saat kau pergi menjauh,
meninggalkan jejak yang tak terhapus,
seperti bayang-bayang di senja.

Cinta? Tidak! Maafkan Aku II
Detak…detak…detak…
Suara jam itu,
menyihirku,
membawa kembali ke masa lalu
Halusinasi yang mengganggu,
berputar dalam ingatan
Jam di dinding seolah beradu dengan denyut nadiku
Dag Dig Dug…
Detak yang mengalun,
seperti lagu yang tak lagi bisa kau nyanyikan
Rayuanmu kini tak lagi mampu menyentuh hatiku
Cukup!
Jangan sekali lagi kau sebut cinta
Karena hatiku telah terluka,
berdarah oleh kata-kata manismu.

Cinta? Tidak! Maafkan Aku III
Kata-kata itu bagai pisau,
menusuk tanpa ampun
Mengapa kau berani berkata aku tak berarti
ketika cintamu sirna?
Apa yang kau rasakan hingga kau tega?
Dulu, kau angkat aku setinggi langit,
dengan janji-janji yang manis,
Kini, kau jatuhkan aku dengan alasan picik
Seberapa rendahkah aku di pandanganmu?
Apa dosaku?
Kini kau ingin kembali,
Menyesal atas cinta yang kau buang,
ternyata kau tak lebih dari debu yang terbang
Ketika kau bahagia bersamanya,
mengapa tak kau biarkan aku pergi?
Sudahlah,
jangan panggil namaku lagi,
tak perlu kau sebut cinta,
Cukup!
Aku takkan dendam, tetapi akan ingat.

, , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *