Angin Sore di Balkon

Sore tiba, angin berbisik pelan,
pelan di balkon kosong,
kosong tanpa suara, hanya sendal jepit,
jepit di dekat pintu, menunggu,
menunggu kembalimu dalam doa,
doa yang kuucap hati-hati,
hati-hati seolah takut bicara.

Bersama angin, kutitipkan pesan,
pesan yang pernah tertahan,
tertahan di udara malam,
malam yang diam, menyimpan cerita,
cerita penyesalan yang berulang,
berulang namun kini kusadari,
sadari bahwa penyesalan juga bagian dari tumbuh.

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *