Foggy glass. Smudged prints.
Traffic. Stuck. Unmoving.
Eyes glance at faded signs.
…
Lalu kau temukan jejak di antara embun,
rasa hangat dari cangkir kopi,
…
Di ujung jalan yang basah, aku terpaksa menerima
kekalahan yang tak pernah …
Kertas terhampar, tinta memudar,
suara kipas angin berdecit,
mengisi ruang dengan sunyi.
…
Cukup aku menyimpan rasa dalam sunyi,
Lalu menutup semua harapan yang terukir,
…
Kaca bus berembun, hujan menetes
Mata setengah terpejam, jalanan basah
Langit abu-abu, …
Di bawah papan nama toko yang pudar,
aku mendengar doa tanpa suara,
…
Di sudut ruang yang sepi ini
aku menemukanmu terdiam
bukan dalam lamunan …
Aku ucapkan kata-kata
Sebelum menjelaskan segalanya,
Tak ingin kau salah paham dan …
Langkah terseok di lantai keramik
dalam hening yang mengeras
di antara sela-sela …
Di kamar sebelah, tawa menggema
menggema hingga atap seng
saat hujan menari …
Detak jam di dinding, berbisik
seperti ingatan terpotong, suara
menyusup di antara …
Pagi menguap di balik jendela,
angin dingin mengetuk lembut,
tangan meraba kunci,
…
Di kursi bus malam yang berderak,
suara anak-anak main petak umpet
mengisi …
The ticking clock echoes softly,
in the stillness of the room;
each …
Di antara derai hujan yang merintik,
Ku telusuri jejak langkah kita.
Menyusuri …
Di bawah kabel listrik melintang di udara,
aku menunggu pesan yang tak …
Di antara bintang-bintang berkilau,
ada satu yang paling bersinar,
seperti embun pagi …
Tiada yang lebih menyejuk;
Selain desiran embun di pagi yang sepi;
Nada …
Di antara seruan pagi,
suara doa mengalir perlahan,
menyentuh jalanan sepi.
Papan …
The cable winds and winds,
around my fingers, around my thoughts.
I …
