Di sudut ruang, suara menari,
Gurauan tentang janji, berulang,
Kata-kata manis, bumbu setiap sesi,
Kita tertawa, meski janji terkulai,
Ritual politik, tawa yang menggebu,
Mantra yang diulang, harapan terjaga,
Kita berkumpul, memecah suara.
Tepuk tangan, sorak-sorai riang,
Ada yang menjanjikan, ada yang terpaku,
Satu sama lain, saling pandang,
Kata-kata berputar, seperti roda,
Di atas panggung, mimpi digelar,
Dengan senyum, kita menanti babak baru,
Politik ini, sirkus penuh warna.
Satu suara, dua suara, kita dengar,
Menghitung janji dalam tawa,
Lantai bergetar, langkah-langkah mantap,
Kita menunggu, seperti mendung cerah,
Ritme kehidupan, tarian semangat,
Satu langkah kecil, menuju cahayaku,
Kita bersatu, bersenandung bersama.
Dan saat cahaya memancar terang,
Janji hari ini, bukan sekadar bual,
Dengan harapan, kita memasuki panggung,
Menari di antara kata-kata berkilau,
Bersama, kita pecahkan kebisingan,
Politik tak harus gelap, bisa ceria,
Mari, kita sambut, dengan senyuman.

Leave a Reply