Cahaya di Ujung Jalan

kau bukanlah bintang
namun sinarmu selalu menarik malam
menjadi lentera yang menerangi jalanku
keberadaanmu adalah alasan
mengapa langit berwarna jingga saat senja, dan
memaksaku menyalakan api
untuk kesekian kalinya, dari
serpihan kayu yang telah lama ku simpan.
Aku hanya terkejut saja
bahwa aku yang telah menjauh
dari pelukanmu yang hangat dalam janji,
masih mampu merasakan hadirmu yang jauh
tetap meyakini cintaku.
Maka aku mohon kepadamu,
berilah harapan kepada sepasang tangan
yang mungkin sedang menulis bait ini.
Atau kita bisa sepakat,
melalui segala yang ada, bahwa Sang Pencipta pun tahu
cintaku takkan pudar oleh waktu hingga akhir hayatku
dan akan ku sambut kau di waktu yang lain.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *