Cermin Kabur Pagi

Di balik kabut pagi yang pelan
aku menyisir rambut dengan tenang,
ember air di sudut kamar mandi,
menyimpan suara gaduh yang diam.
Cermin kabur menyimpan rahasia
yang hanya aku dan pagi tahu.

Rambut kusut terurai perlahan,
perlahan menemukan jalannya.
Ember air berbisik samar,
tentang hari-hari yang terlewat.
Kehidupan yang terpantul di kaca,
menggugah kenangan yang terpendam.

Pagi ini, pagi ini terasa berbeda,
meski suara gaduh tetap sama.
Ember air menciptakan irama,
mengiringi gerakan sisir di tangan.
Di sela kebosanan yang menghampiri,
aku temukan makna yang tersembunyi.

Ketenangan yang menutupi kegaduhan,
seperti cermin kabur yang setia.
Ember air, saksi bisu pagi ini,
mengajarkan arti dari kebosanan.
Dalam rutinitas yang berulang,
aku temukan kedamaian yang baru.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *