Langkah di Trotoar Retak

Langkah terseret di atas aspal dingin
Tangan terulur, hati bergetar
Di balik tawa, ada rasa bersalah
Menolong meski pundak sendiri rapuh

Suara klakson, nada sinis kota
Hujan menghapus jejak kaki kecil
Harapan terbang bersama asap rokok
Bayang diri, samar dalam keramaian

Jalan sempit, lampu neon menggoda
Senyum palsu, tak cukup sembunyikan
Keberanian terpaksa, langkah tertahan
Mengangkat beban, meski lutut bergetar

Di bawah langit kusam, janji terucap
Tangisan diam-diam, terserap malam
Keringat dingin, menetes di dahi
Tetap melangkah, meski jiwa tergores

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *