Di sudut kamar, paku berkarat menanti
Teh manis hangat mengepul, aroma nostalgia
Suara kereta melintas, rindu bergetar
Cahaya lampu neon menggigit, tajam di mata
Debu beralun dalam hening, menari tak tentu
Kau menatap tembok, harap yang membatu
Bising kota menjerat, tak pernah lepas
Di luar sana, suara-suara teredam
Ada cerita yang terlipat, di balik lukisan usang
Kau pergi, menyisakan bayang di paku
Genggam teh manis, pahit di ujung lidah
Seperti luka, yang tak pernah terucap

Leave a Reply