Dalam gelap, ponsel menyala redup
menyusuri wajahmu di antara layar
sekejap kilas kenangan hadir
lalu menghilang, seperti embun pagi.
Tetesan air dari genteng bocor
jatuh berirama ke dalam ember
seperti waktu yang berlalu
tanpa kata, tanpa suara.
Aku bicara pada hampa ini
seolah kau mendengar dari jauh
mengisi ruang dengan diam
yang tak ingin terisi.
Di sela kebosanan yang memanjang
aku menemukan makna tersembunyi
seperti cahaya ponsel di malam
menggenggam sepi, mengerti sendiri.

Leave a Reply