menunggu di ruang dingin,
diam-diam waktu merayap
seperti air menetes dari ember
di kamar mandi yang sepi
menyisakan jejak basah di lantai
mata tertuju pada jendela
di luar, dunia seakan berhenti
di ruang ini, pikiran berkelana
seperti aliran air, mencari celah
mengisi kekosongan yang ada
kesadaran tumbuh dalam sunyi
mengisi ruang yang tak terucap
dan akhirnya, aku mengerti
bahwa sunyi pun bisa menenangkan

Leave a Reply