Jam dinding berhenti di angka dua belas,
undangan tak terkirim terlipat rapi,
…
di bawah ketapang tua, aku berdiri
mengamati daun-daun jatuh perlahan
seolah menari …
Footsteps echo against the cold tiles,
a harsh whisper of anticipation,
like …
Di toko sepi, ibu memandang kain,
tersembunyi bimbang dalam senyumnya,
gelas bening …
Suara bergetar melintasi ruang,
Di antara jejak langkah kanak,
Tikar pandan terhampar, …
Angin berbisik, ke mana langkahmu melangkah?,
Tak seperti biasanya, suara hati ini …
In the quiet room, the clock ticks,
each beat a whisper of …
Paku membisu di dinding usang
Waktu menggantung tanpa suara
Seperti penyetan yang …
In the quiet hum of the creaky fan,
I found you beneath …
Through thin walls, laughter drifts,
a reminder of joy beyond my reach,
…
Di ruang dingin, waktu melambat,
papan nama toko di seberang, pudar,
seorang …
Mata bertemu, senyum tipis.
Map di tangan, kertas berisi harap.
Langkah menuju …
Dan perhatikan,
Sekelompok ikan melompat di danau tenang
Di bawah cahaya bulan …
Cangkir keramik menampung sinar;
secangkir kopi mengundang tawa,
aroma mengembang, menyentuh jiwa,
…
Di teras/ rak sepatu memandang
Kopi dingin/ berdiam dalam cangkir
Aroma menguap/ …
Jangan berharap pada jalan yang mulus,
berharaplah untuk ketahanan jiwa.
Jangan minta …
Asap mie ayam menguar, menggelitik hidung,
Kereta berderak, melintas di stasiun sepi,
…
Bagaimana mungkin kutuliskan sajak tentang cahaya bulan,
Jika hingga kini kau masih …
Di halte, kita berdiri, diam,
menunggu bus yang tak kunjung datang.
Lampu …
Di depan pintu, langkah berhenti,
sendal jepit tergeletak sunyi.
Aku menunggu, harap …
Di bawah daun pisang
embun menunggu pagi
seperti rindu yang tak berani
…
