Detak Jam di Ruang Gelap

Kau dengar detak itu, kan?
Kau dengar tiap detik menusuk?
Di ruang ini, gelap memeluk erat,
papan nama toko di luar sana pudar,
seperti harapan yang terlupa.
Aku duduk, mendengar, merasa
marah yang samar, namun tertahan.

Jam dinding terus bicara,
jam dinding terus menyiksa,
mengukur waktu yang tak peduli
pada luka yang tak terlihat.
Aku biarkan diriku larut,
menjadi bagian dari detik,
menyatu dalam aliran waktu.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *