Inilah caraku menahan ‘gelisah’ rindu bintang,
Dengan selalu mengingat sinar matamu yang cerah,
Walau ‘gelisah’ itu hadir saat kau memilih untuk terdiam, sementara jiwa ini terjerat rindu berulang kali…
Pernahkah di suatu malam,
Sebelum mimpi menyapa,
Aku melintas dalam pikiranmu,
Sebagai sosok yang dirindukan dalam hening,
Pernahkah…???
Saling menanti merindu dan tak pernah bersua, adakah kita seperti itu, puan? seperti dua kutub,
Siang dan malam…
Mungkin melodi ini bisa sejenak menenangkan rindu,
Saat jemari kita tak saling bersentuhan,
Desah lelaki rembulan…
Di Ujung Senja
Senyap sore menanti mentari yang redup … Kini semakin tenggelam…

Leave a Reply