Asap mie ayam menguar, menggelitik hidung,
Kereta berderak, melintas di stasiun sepi,
Kertas tiket mengering di tangan, berharga,
Jalanan berkilau, jejak langkah pengembara,
Senyum yang hilang, dalam hingar nostalgia.
Suara deru angin, berbisik di telinga,
Gerobak tua, tersisa aroma basah,
Wajah-wajah ceria, kini kabur dalam bayang,
Rindu terperangkap di antara rel, terjaga,
Memeluk hampa, saat waktu menertawakan.

Leave a Reply