puisi tentang kehilangan lembut
-
A Small Bracelet Under the
beneath the bed, dust whispers secrets
a small bracelet, forgotten, glimmers in the dim
motorcycle shadows dance across the window
while tired eyes search for meaningthe weight of days presses down, unyielding
yet empathy finds its way, weaving through
each link of metal, a story untold
as the heart beats, weary but resolutein …
-
Ashtray Full of Ashes
A child's laughter leaks through the walls,
like a confession slipping out,
the bus window frames my view,
as if I'm looking at a world I once knew.An ashtray rests heavy with forgotten smoke,
each flake a memory burnt away,
I watch, detached, from my moving seat,
accepting loss without reason or delay.
-
Jaket di Kursi Plastik
Aku melihat jaket itu, tergantung diam
di kursi plastik dengan kain sarung,
seolah menanti pemiliknya pulang,
menyimpan kehangatan yang tak berujar.Aku menyentuhnya, merasakan dingin
yang menembus kenangan, mengingat
satu per satu hari yang berlalu,
dalam sunyi yang tak memanggil.Aku menyimpan harapan, meski tahu
tak ada langkah yang kembali,
tak ada suara yang menjemput,
…
-
Balon di Langit Tersangkut Kabel
Di tengah jalan, angin mengusik genggaman, balon melayang
warnanya cerah, bagai harapan yang terlepas dari tangan
terbang menari melewati kabel listrik melintang,
mengalir ke langit, tak peduli pada cerita yang tertinggal,
seperti kenangan yang tak ingin diingat,
namun terus membayang dalam diam yang tak terucap,
sampai akhirnya hilang di cakrawala.Badai datang, suara gemuruh menyertai …
-
Foggy Car Windows
Foggy glass. Smudged prints.
Traffic. Stuck. Unmoving.
Eyes glance at faded signs.
Breath held. Tension mounts.
Worries, hidden, beneath calm.Repeat. Repeat. Thoughts circle.
Hands wipe, clear, again.
Outside, distant, unreachable.
Signs tell stories, forgotten.
Silence, a friend, in chaos.Hope waits, quietly, inside.
Let go, let go, softly.
Shadows fade, unseen, gone.
Acceptance, without …
-
Ashtray by the Door
Footsteps pause before the wooden frame,
a hesitant dance on worn-out tiles.
The air thickens with unsaid words,
as the ashtray overflows with yesterday's smoke.
A quiet observer, I watch the scene unfold,
seeking honesty, not beauty in the pause,
wondering what truths linger in silence…The door remains shut, a silent witness,
to the …
-
Tawa di Balik Dinding
Di kamar sebelah, tawa menggema
menggema hingga atap seng
saat hujan menari di atasnyaAku menatap dinding, merasa
merasa sedang dilihat balik
oleh suara yang tak kulihatAda yang hilang dalam hening,
hening yang tak beralasan,
menerima tanpa tanya
-
Detak Jam di Ruang Gelap
Detak jam di dinding, berbisik
seperti ingatan terpotong, suara
menyusup di antara napas
kursi tunggu puskesmas kosong
menggigil menolak selimut
ruang gelap memeluk erat
waktu yang tak bisa dijangkauLangit-langit menghitam, diam
seperti menunggu kata hampir
terucap, tapi terhenti
detik-detik menyeret malam
menggantung di ujung ingatan
tak ada yang bisa dijangkau
hanya detak yang terus …
-
Suara Anakanak di Malam
Di kursi bus malam yang berderak,
suara anak-anak main petak umpet
mengisi udara dengan tawa,
mengalir seperti aliran sungai,
lalu seketika terhenti,
saat sadar dompet tertinggal.Rasa kehilangan bercampur senyuman,
menyelinap di antara deru mesin,
ketika hati bertanya tanpa suara,
apakah ini cara-Mu
mengajarku arti merelakan
di malam panjang yang sunyi.Di setiap tikungan jalan,
…
-
Kaleng Biskuit di Sudut Rumah
Di sudut rumah, kaleng biskuit bekas
jadi tempat benang kusut dan jarum hilang,
menunggu kucing yang tak mau pulang,
pintu terbuka, malam terasa panjang.Di sela doa, waktu mengalir perlahan,
perlahan menghapus jejak kaki di tanah,
tanah yang basah oleh hujan semalam,
semalam berlalu, membiarkan waktu bicara.
-
The Unsent Invitation
In the quiet of the room,
an unopened envelope sits,
its paper whispering secrets
to the passing dusk.The call to prayer echoes,
faint yet persistent,
like a memory tugging
at the edges of sleep.Each pause holds a breath,
a moment suspended,
as if waiting for
the courage to unfold.In this space of …
-
Rak Sepatu di Teras
Di teras, rak sepatu menanti senyap,
tempat biasa ia pulang,
kini kosong, tak terisi.Langit berubah, warna senja memudar,
seiring langkahnya menjauh,
meninggalkan jejak samar.Dari sudut ini, tak terjangkau,
aku menatap, tak mampu menggapai,
hanya berharap ia kembali.Keberanian adalah melepas,
mengakui tak berdaya,
tapi tetap menunggu.
-
Shopping List
In the quiet of the kitchen, I wrote
A list of things never to be bought.
Outside, the clothesline swayed in the breeze,
Filling the air with whispers of what was lost…Back then, I thought I knew it all,
But the pages stayed empty, like the cart.
Now I see, in that silence, my …
-
Hujan Pertama di Ruang Tunggu
I sit, watching the streetlamp flicker
A lone sentinel in the quiet drizzle
The first rain taps softly on the roof
I trace the rhythm with silent thoughts
Each drop a memory, a whisper of past
As if the earth breathes anew
I am caught in this moment of pauseThe world outside shimmers with …
-
Langkah di Tangga Kos
Asbak penuh abu rokok,
mengingatkan jejak yang tertinggal,
di tangga kos yang sepi.
Langkah kaki perlahan meredup,
seperti suara yang pernah akrab.
Aku menatap punggungnya,
dan merasa ia menoleh balik.Di antara celah pintu,
bayangannya menyatu dengan dinding,
meninggalkan sisa percakapan malam.
Ruang terasa lebih lapang,
meski tanpa kehadirannya.
Aku menghela napas panjang,
menerima bahwa …
-
Jaket yang Tertinggal
Di kursi plastik, jaket itu tergeletak,
seperti menunggu, di antara kain sarung
yang terlipat rapi, tak ada suara.Aku menulis surat pada angin,
berharap pesan ini sampai padamu,
meski tak ada alamat yang pasti.Waktu berlalu, kerah jaket memudar,
menyimpan aroma yang kian samar,
tapi tetap aku simpan, seperti kenangan.Di ujung hari, aku menyadari,
…
-
Invitation in the Rain
Rain taps on the windowpane
a gentle whisper against the harsh wind.
The invitation lies unsent, waiting.Drip… drip… from the ceiling
into the bucket below, a rhythm
echoing the silence of words unspoken.The paper yellows with time's passage
yet the heart learns to embrace
the absence without reason.
-
Kipas dan Sendal di Pintu
Rambut basah menari di depan kipas,
mengurai kenangan tanpa suara.
Sendal jepit diam di dekat pintu.Di antara hembusan angin,
terdengar bisikan yang tak datang lagi,
mengisi ruang yang kau tinggalkan.Kutatap langit-langit, putih dan tenang,
seperti menunggu jawaban,
dari waktu yang kini membisu.Dalam keletihan ini,
kulihat cahaya kecil menari,
menyambut hari baru.
-
Warung Kopi di Pinggir Jalan
di bawah lampu redup, bus malam melaju
aku duduk, mencoba mengingat-ingat
dompet tertinggal, rasa bingung menyelinap
di luar, warung kopi tampak sepi
asap mengepul lembut ke udara malam
berharap ada yang mengerti keraguan inilangit malam, saksi bisu kehilangan kecil
aku menatap cangkir kosong, meraba hati
cinta mungkin bukan jawabnya kali ini
hanya ada perjalanan …
-
Glow of the Phone
In the quiet room, darkness spreads,
a screen glows with silent whispers.
Words drift like forgotten laundry,
the scent of detergent clinging,
to memories washed away.Fingers pause, hovering over letters,
as if searching for meaning lost.
The room holds its breath, waiting,
for acceptance to gently descend,
that all that's left is a memory.
-
Ashtray in the Waiting Room
The bus drove away, leaving
my wallet, a silent witness
to the journey I didn't complete.
In the waiting room, as ash
fills the tray, I sit, counting
the spaces between breaths,
wondering about lost things.The night air whispers softly,
each star a distant memory.
Cigarette smoke curls lazily,
dancing in the dim light,
…
