puisi tentang kehilangan lembut
-
Foggy Car Windows
Foggy glass. Smudged prints.
Traffic. Stuck. Unmoving.
Eyes glance at faded signs.
Breath held. Tension mounts.
Worries, hidden, beneath calm.Repeat. Repeat. Thoughts circle.
Hands wipe, clear, again.
Outside, distant, unreachable.
Signs tell stories, forgotten.
Silence, a friend, in chaos.Hope waits, quietly, inside.
Let go, let go, softly.
Shadows fade, unseen, gone.
Acceptance, without …
-
Tawa di Balik Dinding
Di kamar sebelah, tawa menggema
menggema hingga atap seng
saat hujan menari di atasnyaAku menatap dinding, merasa
merasa sedang dilihat balik
oleh suara yang tak kulihatAda yang hilang dalam hening,
hening yang tak beralasan,
menerima tanpa tanya
-
Detak Jam di Ruang Gelap
Detak jam di dinding, berbisik
seperti ingatan terpotong, suara
menyusup di antara napas
kursi tunggu puskesmas kosong
menggigil menolak selimut
ruang gelap memeluk erat
waktu yang tak bisa dijangkauLangit-langit menghitam, diam
seperti menunggu kata hampir
terucap, tapi terhenti
detik-detik menyeret malam
menggantung di ujung ingatan
tak ada yang bisa dijangkau
hanya detak yang terus …
-
Suara Anakanak di Malam
Di kursi bus malam yang berderak,
suara anak-anak main petak umpet
mengisi udara dengan tawa,
mengalir seperti aliran sungai,
lalu seketika terhenti,
saat sadar dompet tertinggal.Rasa kehilangan bercampur senyuman,
menyelinap di antara deru mesin,
ketika hati bertanya tanpa suara,
apakah ini cara-Mu
mengajarku arti merelakan
di malam panjang yang sunyi.Di setiap tikungan jalan,
…
-
Kaleng Biskuit di Sudut Rumah
Di sudut rumah, kaleng biskuit bekas
jadi tempat benang kusut dan jarum hilang,
menunggu kucing yang tak mau pulang,
pintu terbuka, malam terasa panjang.Di sela doa, waktu mengalir perlahan,
perlahan menghapus jejak kaki di tanah,
tanah yang basah oleh hujan semalam,
semalam berlalu, membiarkan waktu bicara.
-
The Unsent Invitation
In the quiet of the room,
an unopened envelope sits,
its paper whispering secrets
to the passing dusk.The call to prayer echoes,
faint yet persistent,
like a memory tugging
at the edges of sleep.Each pause holds a breath,
a moment suspended,
as if waiting for
the courage to unfold.In this space of …
-
Shopping List
In the quiet of the kitchen, I wrote
A list of things never to be bought.
Outside, the clothesline swayed in the breeze,
Filling the air with whispers of what was lost…Back then, I thought I knew it all,
But the pages stayed empty, like the cart.
Now I see, in that silence, my …
-
Jaket yang Tertinggal
Di kursi plastik, jaket itu tergeletak,
seperti menunggu, di antara kain sarung
yang terlipat rapi, tak ada suara.Aku menulis surat pada angin,
berharap pesan ini sampai padamu,
meski tak ada alamat yang pasti.Waktu berlalu, kerah jaket memudar,
menyimpan aroma yang kian samar,
tapi tetap aku simpan, seperti kenangan.Di ujung hari, aku menyadari,
…
-
Kipas dan Sendal di Pintu
Rambut basah menari di depan kipas,
mengurai kenangan tanpa suara.
Sendal jepit diam di dekat pintu.Di antara hembusan angin,
terdengar bisikan yang tak datang lagi,
mengisi ruang yang kau tinggalkan.Kutatap langit-langit, putih dan tenang,
seperti menunggu jawaban,
dari waktu yang kini membisu.Dalam keletihan ini,
kulihat cahaya kecil menari,
menyambut hari baru.
-
Warung Kopi di Pinggir Jalan
di bawah lampu redup, bus malam melaju
aku duduk, mencoba mengingat-ingat
dompet tertinggal, rasa bingung menyelinap
di luar, warung kopi tampak sepi
asap mengepul lembut ke udara malam
berharap ada yang mengerti keraguan inilangit malam, saksi bisu kehilangan kecil
aku menatap cangkir kosong, meraba hati
cinta mungkin bukan jawabnya kali ini
hanya ada perjalanan …
-
Glow of the Phone
In the quiet room, darkness spreads,
a screen glows with silent whispers.
Words drift like forgotten laundry,
the scent of detergent clinging,
to memories washed away.Fingers pause, hovering over letters,
as if searching for meaning lost.
The room holds its breath, waiting,
for acceptance to gently descend,
that all that's left is a memory.
-
Ashtray in the Waiting Room
The bus drove away, leaving
my wallet, a silent witness
to the journey I didn't complete.
In the waiting room, as ash
fills the tray, I sit, counting
the spaces between breaths,
wondering about lost things.The night air whispers softly,
each star a distant memory.
Cigarette smoke curls lazily,
dancing in the dim light,
…
-
Suara Anak di Bus Malam
Di kursi belakang, terdengar tawa kecil,
anak-anak bermain petak umpet,
suara mereka melayang di antara kursi.
Aku meraba saku, kosong,
dompet tertinggal, di sudut yang jauh.Bus melaju, lampu jalan berkelebat,
seperti kilas waktu yang menghilang,
tanpa bisa kupegang, hanya bisa kulihat.
Menyesal hadir tanpa undangan,
namun tak ada air mata yang jatuh.Suara anak-anak …
-
Tikar di Bawah Langit
Di parkiran sunyi, kita berpisah tanpa suara
angin membawa aroma bensin dan daun kering
menyapu jejak langkah yang tertinggal.Tikar digelar di ruang tamu, kosong
bekas duduk yang takkan kembali
menggulung kenangan dalam lipatan.Lampu jalan menyala, menggantikan cahaya siang
mengantar malam kepada kita yang terdiam
menerima kerinduan tanpa lambaian.Langit menutup tanpa bintang, hanya …
-
Atap Seng di Kala Hujan
Di bawah atap seng, hujan berbisik
Mengetuk-ngetuk, mengisi ruang sunyi
Seperti pesanmu yang tak kunjung datang
Aku menatap layar, berharap ada jawaban
Tapi hanya ada suara hujan, menari di atap
Mengingatkanku pada tatapanmu yang dulu
Saat kita saling melihat, saling merasaRintik-rintik jatuh, menggantikan kata-kata
Nada berubah saat citra berganti
Seolah menegur, mengingatkan kembali
Bahwa …
-
Kipas Angin dan Kenangan
Di depan kipas angin berputar pelan
Rambut basah menyibak cerita lama
Menyisir angin yang tak pernah diamDi warung kopi pinggir jalan sepi
Kursi-kursi kosong menunggu pagi
Aroma biji kopi mengingatkan kembaliDalam mimpi yang samar berbisik
Ada tawa, ada harap, ada jejak
Semua terangkai dalam sunyiTersenyum di tengah kehilangan
Angin membawa pergi segala …
-
Langkah di Tangga Kos
Di tangga kos, jejak langkah meredup,
suara kipas angin berdecit,
mengantar pergi tanpa pamit.Kehilangan dalam bunyi yang samar,
seperti ejaan nyaris salah,
menemukan arah setelah tersesat.
-
Cahaya Lilin di Tengah Gelap
Ketika listrik padam, ruang mendesah,
Seragam sekolah tergantung di kursi,
Menghadirkan kenangan pagi yang lalu,
Di balik kegelapan, lilin menyala,
Menerangi senyum yang tertinggal.Nyala kecil itu menari, menari di udara,
Menggambarkan bayang-bayang yang tak ada,
Baju seragam berkisah tentang perjalanan,
Yang tak bisa disentuh, namun terasa,
Seolah waktu berhenti sejenak.Di sudut yang tak …
-
Gelang di Bawah Tempat Tidur
Gelang kecil terselip, tak bersuara,
di bawah tempat tidur berdebu,
seperti bisikan yang terlewat.Adzan magrib menyusup jendela,
mengisi ruang dengan doa,
dan waktu berdiam di sudut.Aku saksi yang tak diingat,
mengerti arti kehilangan,
tanpa perlu alasan.
-
Doa Subuh di Pengeras Suara
Suara doa mengalun dari pengeras masjid,
mengisi udara subuh yang masih basah.
Di kamar mandi, ember air menanti,
menggigil dalam dingin yang merayap.
Kenangan terurai di antara tetesan,
mengalir seperti doa yang tak putus,
menyentuh hati yang terjaga waspada.Langit mulai berpendar, perlahan,
menyibak gelap dengan bisikan lembut.
Aku mendengar setiap kata yang terucap,
seolah …
-
Bus Malam dan Seragam Sekolah
Di kursi belakang bus malam yang sepi,
dompet tertinggal, tak sengaja terlupa.
Seragam sekolah masih melekat erat,
menyimpan cerita hari yang panjang.
Tak ada yang tahu, kecuali malam.Lampu jalan menari di kaca jendela,
mengiringi bisikan halus angin malam.
Saksi bisu, aku merasakan luka,
yang ringan namun menggurat dalam.
Seperti bayang samar di kejauhan.Pelan-pelan, …
