puisi tentang kehilangan lembut
-
Halaman Setelah Pesta
di sudut mata, sapu menari,
menyisir sisa langkah yang pergi.
angin membawa bisik pelan,
seperti cerita yang tak ingin diulang.
motor melintas, cermin di jendela,
membawa pergi gema tawa yang redup.daun-daun gugur, percakapan sunyi,
terhampar di atas tanah yang lelah.
jejak kaki menguap, hilang di udara,
meninggalkan ruang yang tak ingin diisi.
di antara …
-
Suara Anak di Bus Malam
Di kursi belakang, terdengar tawa kecil,
anak-anak bermain petak umpet,
suara mereka melayang di antara kursi.
Aku meraba saku, kosong,
dompet tertinggal, di sudut yang jauh.Bus melaju, lampu jalan berkelebat,
seperti kilas waktu yang menghilang,
tanpa bisa kupegang, hanya bisa kulihat.
Menyesal hadir tanpa undangan,
namun tak ada air mata yang jatuh.Suara anak-anak …
-
Tikar di Bawah Langit
Di parkiran sunyi, kita berpisah tanpa suara
angin membawa aroma bensin dan daun kering
menyapu jejak langkah yang tertinggal.Tikar digelar di ruang tamu, kosong
bekas duduk yang takkan kembali
menggulung kenangan dalam lipatan.Lampu jalan menyala, menggantikan cahaya siang
mengantar malam kepada kita yang terdiam
menerima kerinduan tanpa lambaian.Langit menutup tanpa bintang, hanya …
-
Atap Seng di Kala Hujan
Di bawah atap seng, hujan berbisik
Mengetuk-ngetuk, mengisi ruang sunyi
Seperti pesanmu yang tak kunjung datang
Aku menatap layar, berharap ada jawaban
Tapi hanya ada suara hujan, menari di atap
Mengingatkanku pada tatapanmu yang dulu
Saat kita saling melihat, saling merasaRintik-rintik jatuh, menggantikan kata-kata
Nada berubah saat citra berganti
Seolah menegur, mengingatkan kembali
Bahwa …
-
Kipas Angin dan Kenangan
Di depan kipas angin berputar pelan
Rambut basah menyibak cerita lama
Menyisir angin yang tak pernah diamDi warung kopi pinggir jalan sepi
Kursi-kursi kosong menunggu pagi
Aroma biji kopi mengingatkan kembaliDalam mimpi yang samar berbisik
Ada tawa, ada harap, ada jejak
Semua terangkai dalam sunyiTersenyum di tengah kehilangan
Angin membawa pergi segala …
-
Langkah di Tangga Kos
Di tangga kos, jejak langkah meredup,
suara kipas angin berdecit,
mengantar pergi tanpa pamit.Kehilangan dalam bunyi yang samar,
seperti ejaan nyaris salah,
menemukan arah setelah tersesat.
-
Whispers in the Rain
The rain taps on the parking roof,
a gentle cadence of tired persistence.
I hear silent thoughts,
carried on the wind's whisper,
as the fan creaks its old tune,
a lullaby for weary soulsIn the quiet of the drizzle,
I find the echoes of past losses,
they dance softly in the mist,
each drop …
-
Cahaya Lilin di Tengah Gelap
Ketika listrik padam, ruang mendesah,
Seragam sekolah tergantung di kursi,
Menghadirkan kenangan pagi yang lalu,
Di balik kegelapan, lilin menyala,
Menerangi senyum yang tertinggal.Nyala kecil itu menari, menari di udara,
Menggambarkan bayang-bayang yang tak ada,
Baju seragam berkisah tentang perjalanan,
Yang tak bisa disentuh, namun terasa,
Seolah waktu berhenti sejenak.Di sudut yang tak …
-
Gelang di Bawah Tempat Tidur
Gelang kecil terselip, tak bersuara,
di bawah tempat tidur berdebu,
seperti bisikan yang terlewat.Adzan magrib menyusup jendela,
mengisi ruang dengan doa,
dan waktu berdiam di sudut.Aku saksi yang tak diingat,
mengerti arti kehilangan,
tanpa perlu alasan.
-
Doa Subuh di Pengeras Suara
Suara doa mengalun dari pengeras masjid,
mengisi udara subuh yang masih basah.
Di kamar mandi, ember air menanti,
menggigil dalam dingin yang merayap.
Kenangan terurai di antara tetesan,
mengalir seperti doa yang tak putus,
menyentuh hati yang terjaga waspada.Langit mulai berpendar, perlahan,
menyibak gelap dengan bisikan lembut.
Aku mendengar setiap kata yang terucap,
seolah …
-
Bus Malam dan Seragam Sekolah
Di kursi belakang bus malam yang sepi,
dompet tertinggal, tak sengaja terlupa.
Seragam sekolah masih melekat erat,
menyimpan cerita hari yang panjang.
Tak ada yang tahu, kecuali malam.Lampu jalan menari di kaca jendela,
mengiringi bisikan halus angin malam.
Saksi bisu, aku merasakan luka,
yang ringan namun menggurat dalam.
Seperti bayang samar di kejauhan.Pelan-pelan, …
-
Langkah di Depan Pintu
Denting langkah berhenti di depan pintu,
aku mendengar suara yang tak asing,
dari dalam, suara itu berbisik,
mengalun seperti lagu lama,
kursi tunggu di puskesmas,
menjadi saksi bisu perasaan ini.Langit di luar meredup perlahan,
suara-suara digantikan sunyi,
aku berbicara pada diriku sendiri,
dalam keheningan yang mengalir,
air mata lama menetes lagi,
mengisi ruang yang …
-
Suara Tawa di Kamar Sebelah
Tawa pecah di balik dinding tipis
seperti gelombang tak beraturan
menyentuh sunyi yang menggemaAdzan magrib jauh memanggil
mengiringi senja yang beranjak
dalam hening yang merambat pelanKenangan terpecah dalam ingatan
berusaha menyusun jejak samar
sampai akhirnya menghilang begitu saja
-
Newspaper on the Coffee Table
The sun pours through the window,
a newspaper rests, pages slightly curled.
Words pause, like breaths held,
on the woven mat, stories unfold.An empty cup, its warmth a memory,
echoes of conversations linger.
In the silence, headlines whisper,
tracing paths of long-gone laughter.Between lines, a quiet reflection
rests on the surface, yet unseen.
…
-
Tikar di Ruang Tamu
Di atas tikar ruang tamu, aku duduk
menyaksikan sisa makan malam
terbungkus rapi dalam diam.
Lampu temaram, suara angin
mengisi celah di antara kita
tanpa kata, hanya napas tertahan.Aku mendengar detik jam berdetak
seolah takut bicara, takut pecah.
Mungkin ada yang ingin diucapkan
tapi tertahan di ujung lidah…
seperti kenangan yang tak diundang
hadir …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Menyeruput kopi dingin sebelum subuh,
dalam bisik lirih diri berbicara,
gerobak nasi goreng berdentang lembut,
lapar akan makna yang hilang.Di jalan yang sepi, aku mendengar,
bisikan pagi yang tak terucap,
menerima kehilangan tanpa alasan,
seperti kopi dingin yang tak kembali hangat
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Sepi di dapur, kursi kayu berderit
Kopi dingin menunggu di meja
Suara anak-anak main petak umpet
Di luar jendela yang terbuka
Mengenang catatan lama yang usangTinta pudar, kata-kata tertinggal
Menyeruput masa lalu yang pahit
Dari kejauhan, rasa ingin tahu
Menyapa pagi yang belum tiba
Satu halaman tanpa ceritaSuara riang di kejauhan terusik
Membawa …
-
Morning Door Latch
The door clicks shut, echoing softly
softly, the fan creaks in the silence,
silence that wraps the room, a blanket
blanket of thoughts, swirling, restless
restless like the wind outside, whispering
whispering of what we thought was enough.Enough to fill the spaces, these walls
walls that hold secrets, murmuring
murmuring of mornings past, the …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Di teras/ rak sepatu memandang
Kopi dingin/ berdiam dalam cangkir
Aroma menguap/ bersahutan dengan angin
Langit gelap/ membungkus pagi
Seolah menanti/ sesuatu yang hilang
Menetap di sudut mata/ tak terucap
Menyeruput waktu/ yang bekuDetik-detik/ seperti mengalir pelan
Menyusup ke dalam/ serpihan kenangan
Ingatan terurai/ dalam hening
Tak ada jawaban/ hanya jeda
Dari kejauhan/ bisikan …
-
Kabel Listrik di Langit
Di halaman yang kosong, sapu berbisik
Menggesek tanah basah, suara riuh
Kabel listrik melintang di udara
Menggantung cerita dari masa laluLangkah terhenti, membaca catatan lama
Kata-kata nyaris salah, menari di atas kertas
Getir tersimpan di sela huruf
Seperti gema dari suara jauhRindu memanggil dari kejauhan
Namun tidak perlu kembali ke asal
Di bawah …
-
Cahaya Ponsel di Malam Sunyi
Di tengah malam, layar ponsel bersinar
Mengusir gelap yang menyelimutiku
Suara anak-anak bermain petak umpet
Masih terngiang dalam ingatan yang samar
Aku tersenyum, meski hati sedikit perih
Menatap layar, seolah ada yang menatap balik
Mengulang namamu dalam sunyi yang panjangKehilangan ini tidak sepi, tidak sendiri
Ada bisik-bisik dari masa lalu
Mengajak berdamai dengan diri …
