puisi tentang kehilangan lembut
-
Langkah di Depan Pintu
Denting langkah berhenti di depan pintu,
aku mendengar suara yang tak asing,
dari dalam, suara itu berbisik,
mengalun seperti lagu lama,
kursi tunggu di puskesmas,
menjadi saksi bisu perasaan ini.Langit di luar meredup perlahan,
suara-suara digantikan sunyi,
aku berbicara pada diriku sendiri,
dalam keheningan yang mengalir,
air mata lama menetes lagi,
mengisi ruang yang …
-
Suara Tawa di Kamar Sebelah
Tawa pecah di balik dinding tipis
seperti gelombang tak beraturan
menyentuh sunyi yang menggemaAdzan magrib jauh memanggil
mengiringi senja yang beranjak
dalam hening yang merambat pelanKenangan terpecah dalam ingatan
berusaha menyusun jejak samar
sampai akhirnya menghilang begitu saja
-
Newspaper on the Coffee Table
The sun pours through the window,
a newspaper rests, pages slightly curled.
Words pause, like breaths held,
on the woven mat, stories unfold.An empty cup, its warmth a memory,
echoes of conversations linger.
In the silence, headlines whisper,
tracing paths of long-gone laughter.Between lines, a quiet reflection
rests on the surface, yet unseen.
…
-
Tikar di Ruang Tamu
Di atas tikar ruang tamu, aku duduk
menyaksikan sisa makan malam
terbungkus rapi dalam diam.
Lampu temaram, suara angin
mengisi celah di antara kita
tanpa kata, hanya napas tertahan.Aku mendengar detik jam berdetak
seolah takut bicara, takut pecah.
Mungkin ada yang ingin diucapkan
tapi tertahan di ujung lidah…
seperti kenangan yang tak diundang
hadir …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Sepi di dapur, kursi kayu berderit
Kopi dingin menunggu di meja
Suara anak-anak main petak umpet
Di luar jendela yang terbuka
Mengenang catatan lama yang usangTinta pudar, kata-kata tertinggal
Menyeruput masa lalu yang pahit
Dari kejauhan, rasa ingin tahu
Menyapa pagi yang belum tiba
Satu halaman tanpa ceritaSuara riang di kejauhan terusik
Membawa …
-
Morning Door Latch
The door clicks shut, echoing softly
softly, the fan creaks in the silence,
silence that wraps the room, a blanket
blanket of thoughts, swirling, restless
restless like the wind outside, whispering
whispering of what we thought was enough.Enough to fill the spaces, these walls
walls that hold secrets, murmuring
murmuring of mornings past, the …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Di teras/ rak sepatu memandang
Kopi dingin/ berdiam dalam cangkir
Aroma menguap/ bersahutan dengan angin
Langit gelap/ membungkus pagi
Seolah menanti/ sesuatu yang hilang
Menetap di sudut mata/ tak terucap
Menyeruput waktu/ yang bekuDetik-detik/ seperti mengalir pelan
Menyusup ke dalam/ serpihan kenangan
Ingatan terurai/ dalam hening
Tak ada jawaban/ hanya jeda
Dari kejauhan/ bisikan …
-
Cahaya Ponsel di Malam Sunyi
Di tengah malam, layar ponsel bersinar
Mengusir gelap yang menyelimutiku
Suara anak-anak bermain petak umpet
Masih terngiang dalam ingatan yang samar
Aku tersenyum, meski hati sedikit perih
Menatap layar, seolah ada yang menatap balik
Mengulang namamu dalam sunyi yang panjangKehilangan ini tidak sepi, tidak sendiri
Ada bisik-bisik dari masa lalu
Mengajak berdamai dengan diri …
-
Lampu Jalan Berkedip
Di halte, kita berdiri, diam,
menunggu bus yang tak kunjung datang.
Lampu jalan berkedip pelan, seperti,
ingatan yang terpecah, berbisik.Kata-kata tak terucap, tertinggal,
di antara napas dan dingin malam.
Kehilangan tak beralasan ini,
kutemukan damainya dalam sunyi.
-
Flickering Streetlight
Under the flickering streetlight's gaze,
we wander through echoes of wrong turns,
each step a question, each pause a sigh,
the night air heavy with unspoken words,
as harsh sounds clash with soft whispers.Your eyes search for signs in the dark,
while I sense the weight of our silence,
the city's hum a distant, …
-
Tikar di Ruang Tamu
kursi-kursi kembali sunyi,
seperti tikar yang digelar,
dengan cerita yang tertinggal di sela anyaman.
suara tamu perlahan menguap,
menyisakan hanya detak jam dinding,
dan napas malam yang panjang.
aku menatap lantai, mencari jejak yang tertinggal.tikar tersusun rapi,
seperti mengingatkan tentang hari yang berlalu.
setiap sudut menyimpan sisa tawa,
yang kini berbisik dalam sunyi.
aku …
-
Kain Sarung di Halte
Di halte yang sunyi, kita menunggu,
Kain sarung menutupi kursi plastik,
Teman diam, menyimpan jeda panjang.Dunia lewat, tak menyapa kita,
Senyum kecil di tengah kehilangan,
Penyesalan tumbuh, bagian dari diri.
-
Daftar Belanja yang Tak Jadi
di kursi tunggu puskesmas, aku duduk
membaca daftar belanja yang kususun
kertas lusuh, penuh coretan harapan
setiap barang punya cerita
tentang kita yang tak lagi ada
tapi tetap terasa nyataaku berbicara pada ruang kosong
menggenggam hampa di antara jari
mencari jejakmu dalam daftar ini
seolah waktu bisa diputar kembali
namun dunia terus berputar
tanpa …
-
Kain di Toko Sepi
Di toko yang sepi, aku menemani ibu
Memilih kain di antara warna-warna bisu
Genteng bocor menetes di ember tua
Seperti waktu yang menetes perlahan
Menemani kami dalam diam yang panjangAku melihat ibu tersenyum samar
Menyentuh kain dengan jemari lembutnya
Setiap helai membawa kenangan masa lalu
Hingga akhirnya aku terjaga
Dan menyadari yang tinggal hanya …
-
The Clock at Midnight
The cat slips through the open door,
A ghost in the moonlit garden,
Leaves rustle in a whispered farewell,
While the clock halts at twelve.Stars flicker in the vast, distant sky,
An echo of something once familiar,
I watch from a window, unseen,
As time pauses, holding its breath.The night stretches into endless …
