Puisi sedih menjabarkan kondisi yang sering terjadi: kehilangan, kegagalan, penyesuaian, dan cara meminta bantuan. Penulisan diarahkan agar pembaca memperoleh gambaran situasi yang jelas.
Arsip ini berguna untuk menemukan puisi sedih sebagai sarana refleksi dan referensi pendampingan emosional.
Di sudut pantai sepi,
aku melihat jejakmu,
puisi ini untuk kita,
untuk …
di tengah hening angin berbisik
entah mengapa jejakmu selalu mengikutiku
meski aku …
Langkah-langkah bergema di tangga
sendal jepit terseret pelan
menyisakan debu di lantai.
…
Di bawah papan nama toko yang pudar,
aku mendengar doa tanpa suara,
…
Menyisir rambut di depan cermin kabur,
pagi menyapa dengan suara samar.
Rak …
Di balik suara anak-anak bermain petak umpet,
undangan terlipat rapi di sudut …
Di kamar sebelah, tawa menggema
menggema hingga atap seng
saat hujan menari …
Aku menjelajah diri dalam sunyi
Di antara jejak langkah yang samar
Dalam …
Apa yang terucap di bibir ini?
Dengan angkuh kuungkapkan kebenaran..
Namun di …
Jika telah sirna rasa
Bila tak lagi terbayang
Biarkan pergi
Hapus jejak …
Detak jam di dinding, berbisik
seperti ingatan terpotong, suara
menyusup di antara …
Pagi menguap di balik jendela,
angin dingin mengetuk lembut,
tangan meraba kunci,
…
Di kursi bus malam yang berderak,
suara anak-anak main petak umpet
mengisi …
Ini jejak langkah kita..
Tentang harapan yang sederhana..
Perjalanan yang ingin kita …
Langkah itu berhenti di depan pintu,
sejenak sunyi mengisi ruang,
suara adzan …
Berserak di lantai, serpihan kaca kecil
Berkerlip di bawah sinar pagi
Sapu …
Tiada yang lebih menyejuk;
Selain desiran embun di pagi yang sepi;
Nada …
Di tengah sunyi yang menggema
Saat embun tak lagi bersembunyi
Saat mentari …
Aku berlari di antara debu
Tersenyum saat jiwa terpuruk
Aku terjebak dalam …
Di sudut rumah, kaleng biskuit bekas
jadi tempat benang kusut dan jarum …
Uap kaca menari di permukaan,
jari-jari menyeka dengan harap,
lampu jalan berkedip …
