Puisi sedih menjabarkan kondisi yang sering terjadi: kehilangan, kegagalan, penyesuaian, dan cara meminta bantuan. Penulisan diarahkan agar pembaca memperoleh gambaran situasi yang jelas.
Arsip ini berguna untuk menemukan puisi sedih sebagai sarana refleksi dan referensi pendampingan emosional.
Jika telah sirna rasa
Bila tak lagi terbayang
Biarkan pergi
Hapus jejak …
Detak jam di dinding, berbisik
seperti ingatan terpotong, suara
menyusup di antara …
Pagi menguap di balik jendela,
angin dingin mengetuk lembut,
tangan meraba kunci,
…
Di kursi bus malam yang berderak,
suara anak-anak main petak umpet
mengisi …
Berserak di lantai, serpihan kaca kecil
Berkerlip di bawah sinar pagi
Sapu …
Tiada yang lebih menyejuk;
Selain desiran embun di pagi yang sepi;
Nada …
Di sudut rumah, kaleng biskuit bekas
jadi tempat benang kusut dan jarum …
Ombak berbisik menyentuh kaki
Gema suaramu terukir di pasir
Rasa ini mengendap…
…
Di sudut kamar, aku duduk,
membaca ulang pesanmu,
satu per satu, kata-kata …
Hari ini terasa kelam,
Malam menjemputku,
Kupu-kupu berterbangan,
Seperti harapan yang terbang …
Dia berbicara dari balik suara,
menggulung kabel charger,
seperti menggulung keraguan,
di …
Langkah terseret di atas aspal dingin
Tangan terulur, hati bergetar
Di balik …
Di bawah langit kelam ini, suara angin berbisik,
Membuat jari-jariku bergetar ingin …
keterasinganmu sering menghapus jejak
yang kutoreh dalam hening malam
mengalirkan setiap detak …
Di tengah malam,, aku menanti,,
Menanti seberkas sinar,,,
Menanti keraguan,,
Menanti harapan,,
…
Dingin di pagi.
Dingin menekan-mendalam
Ranting kaku menjulang.
Tak bergetar..
Sampai di …
di sudut lampu kamar redup
bayangbayang menulis ulang rencana
jam dinding lupa …
Bagiku, tubuh seperti sungai;
jiwa terperangkap
berlumur lumpur
seperti jubah
yang terbenam.
Menggulung kabel charger di tangan
seperti menyusun kembali serpihan hari
di rak …
Angin berputar, rambut basah mengering
Di atas tikar ruang tamu, aku duduk
…
Kau dengar detak itu, kan?
Kau dengar tiap detik menusuk?
Di ruang …
