Pagi merayap dalam kesunyian,
pintu terkunci dengan pelan.
Kain sarung terkulai di kursi plastik,
menyisakan jejak malam yang pergi.
Seolah berbicara pada sepi,
menggenggam manis yang menipu.
Rumah ini menyimpan cerita,
di antara jendela yang tertutup.
Langit pagi terlalu biru,
menyembunyikan getir di ujungnya.
Kau tahu, rasa tak harus selesai.
Kursi plastik berdiri sendiri,
seperti menunggu kawan pulang.
Sarung yang lusuh, saksi bisu,
menyelimuti dingin pagi ini.
Aku bicara pada pagi,
tentang rasa yang tak terjawab.
Di sini, kita belajar melepaskan,
menerima kisah yang tak tuntas.
Pintu terkunci, hati terbuka,
pagi menyapa dengan senyuman pahit.
Dan kita tahu, perasaan tak harus tuntas.

Leave a Reply