Angin memasuki celah jendela, membawa aroma tanah basah
Dalam sekejap, gerobak nasi goreng berlalu di jalanan
Menyisakan jejak yang samar, tak terjamah
Seperti kenangan yang tak pernah benar-benar hilang
Menutup jendela, suara angin berbisik pelan
Menggugah ingatan akan hari-hari yang berlalu
Bahagia tak selalu berarti utuh, aku tahu
Namun, tetap saja kita terus melangkah

Leave a Reply