Bergembiralah saat kau mau
Bersoraklah saat rasa gentar
Jiwaku mulai rapuh oleh luka
Hanya tawa yang terucap dari mulut ini
Walau jiwa tertekan oleh duka
Walau derita ini kan sirna saat embun pagi tiba
Sungguh kejam dan tak berperasaan kau menghancurkan tawa ini
Walau senyum selalu terukir namun kini hanya air mata yang menetes di pipi
Lampu Neon dan Kota Sepi
Asap rokok mengambang di udaraKaki-kaki berdesir di trotoar kerasLampu neon…

Leave a Reply