Kain Sarung di Balkon

Di balkon kosong, angin sore datang
Mengusap pelan kursi plastik yang diam
Kain sarung terlipat, menunggu
Mengisi ruang yang tak terhitung

Angin berbisik, berbisik lagi
Mengulang cerita yang tak pernah selesai
Menggoda hati, menggoda ingatan
Seperti saksi yang tak diakui

Di bawah langit, awan berarak
Menyimpan rahasia dalam senyap
Kursi plastik tetap diam
Kain sarung menari dalam kosong

Di antara hembusan, arah tersesat
Mencari jalan dalam kekosongan
Angin membawa pesan samar
Menemukan arah setelah tersesat

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *