Kaca bus berembun, hujan menetes
Mata setengah terpejam, jalanan basah
Langit abu-abu, …
Jika kau ingin ku sambut kembali
Dengan sepenuh jiwa
Aku masih terjaga …
Langkah kecil menghilang,
Meninggalkan jejak air mata yang reda,
Satu angka bertambah …
Di bawah papan nama toko yang pudar,
aku mendengar doa tanpa suara,
…
Di sudut ruang yang sepi ini
aku menemukanmu terdiam
bukan dalam lamunan …
Denting cahaya pagi menembus pintu,
menyusup senyap ke sela meja.
Terdiam, anak-anak …
Apa yang kau cari lagi sahabat..
ketika semua tak lagi sejalan dengan …
Aku ucapkan kata-kata
Sebelum menjelaskan segalanya,
Tak ingin kau salah paham dan …
kuharap kita dapat bertemu di ujung senja
seperti embun yang tak jatuh …
Jalan berdebu menuju pulau yang sunyi,,
terasing dari tawa yang pernah ada,,
…
cintaku takkan pudar,
dalam pelukan malam yang merangkul,
meski bintang-bintang mulai redup,
…
Pelaut itu berlayar di lautan sunyi,
Seorang diri menantang ombak tinggi,
Tenggelam …
Karena,
Takkan pernah kita bersua,
Maka aku menulis bait-bait jiwa,
Di mana …
Langkah terseok di lantai keramik
dalam hening yang mengeras
di antara sela-sela …
Aku tak lagi tahu cara menulis rasa
pada selembar kertas
yang kau …
Sangkar angin dari dedaunan
Cahaya temaram dalam kerinduan
Kujelajahi jalan setapak berliku
…
di bawah laci itu, kutemukan selembar kenangan
wajah-wajah tersenyum, tak lekang oleh …
Menyisir rambut di depan cermin kabur,
pagi menyapa dengan suara samar.
Rak …
Kecil berkilau…
Terlihat ceria saat angin membelainya,
Jari-jari yang cerah,
Mulai menari …
Baru saja ingin kutawarkan secangkir kenangan yang hangat,
ternyata pagi lebih dahulu …
Di kamar sebelah, tawa menggema
menggema hingga atap seng
saat hujan menari …
