Kain Sarung di Kursi Plastik

Pintu berderit di pagi yang terlalu sepi
menyusup angin dingin ke dalam
menggoyang kain sarung di kursi plastik
mengabarkan hari yang akan dimulai
tanpa suara, hanya detak jam dinding
yang berusaha memecah keheningan
seperti kisah lama yang diulang

Langkah kaki menuju pintu depan
mengunci rapat, seolah menahan
semua yang pernah ada di dalam
dalam rumah yang menyimpan cerita
dindingnya menyaksikan bisik yang tersisa
dari percakapan semalam
yang tertinggal hanya gema

Di luar jendela, matahari mulai naik
menyapa dunia yang baru terjaga
tapi di sini, waktu seakan berhenti
bermain dengan cahaya yang menari
di lantai yang dingin dan kosong
seperti hati yang menunggu
tanpa berharap akan berubah

Kini, hanya kenangan yang tinggal
mengisi ruang di antara detik
mengisi kekosongan dengan cerita
yang tak lagi dicari jawabnya
kain sarung masih di kursi plastik
menggantung di sana, tak bergerak
menjadi saksi dari semua yang berlalu

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *