Bayangan Motor di Jendela

Di halte, kita duduk berdua, diam
diam menunggu bus yang tak kunjung datang
datang dan pergi, motor lewat cepat
cepat berlalu, meninggalkan jejak samar

Sahabat, kau tak banyak bicara
bicara dalam sunyi, menatap jauh
jauh ke arah jalan yang sepi
sepi seperti hatimu yang tertutup

Kita menunggu, waktu terasa lambat
lambat mengalir, seperti rindu yang
yang enggan kembali, meski ingin
ingin dimengerti, tanpa kata terucap

Di jendela bus, aku lihat bayangan
bayangan motor melaju, mengingatkan
mengingatkan bahwa rindu tak wajib
wajib kembali, cukup sampai di sini

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *