Di tengah malam, layar ponsel bersinar
Mengusir gelap yang menyelimutiku
Suara anak-anak bermain petak umpet
Masih terngiang dalam ingatan yang samar
Aku tersenyum, meski hati sedikit perih
Menatap layar, seolah ada yang menatap balik
Mengulang namamu dalam sunyi yang panjang
Kehilangan ini tidak sepi, tidak sendiri
Ada bisik-bisik dari masa lalu
Mengajak berdamai dengan diri sendiri
Berteman dengan kenangan yang tak pergi
Aku tersenyum, meski air mata mengalir
Mengulang harapan dalam setiap detik
Seolah kamu ada di sini, melihatku
Di balik layar, ada aku yang mencoba
Mengampuni diri dalam malam yang dingin
Mengulang doa dalam setiap tarikan napas
Suara anak-anak masih bermain di kepalaku
Dan aku tersenyum, kali ini lebih tenang
Menyadari bahwa kehilangan adalah bagian
Dari menemukan diriku tanpa harus dimengerti

Leave a Reply