Embun menari di kaca jendela,
membingkai suara anak-anak,
bermain di bawah pohon tua,
bisik-bisik yang tak pernah terucap,
mengalir bersama tetesan hujan,
seperti lagu yang hilang di angin.
Jalanan basah mengabur dalam pandang,
di balik kaca, cerita tak terucap,
berdenting di telinga,
mengajak kembali ke percakapan,
yang tak pernah terjadi,
mengampuni diri dalam derasnya hujan.

Leave a Reply